Ungkapan Tradisional Banjar
Artinya kosakata Banjar dalam bahasa Indonesia:
| Asalnya | = | Berasal/asal mula |
| di Rabung | = | dari rebung (tunas bambu) |
| jua | = | juga |
Arti secara kalimat dalam bahasa Indonesia:
Awalnya dari rabung juga
Makna ungkapan:
Orang-orang Banjar menyebut bambu dengan sebutan paring. Sewaktu masih kecil dan belum muncul daunnya disebut rabung atau rebung. Rebung dalam proses waktu berubah menjadi sebatang bambu.
Begitu juga keadaannya dengan manusia. Sebelum ia menjadi tua, terlebih dahulu berada di masa muda. Hal itu sudah merupakan kodrat daripada manusia. Karena perkembangan manusia itu harus demikian, maka pastilah dalam kurun waktu yang dilaluinya itu ia telah memperoleh sejumlah ilmu, pengetahuan serta pengalaman.
Sudah pasti pula ia telah sering menemui berbagai kesulitan dan hambatan dalam perjalanannya menjadi orang tua. Ia pun pasti telah mempunyai berbagai metode atau cara bagi pemecahan berbagai masalah dan hambatan yang ia alami.
Jadi tidak mungkin lagi disangsikan mengenai pengalaman orang-orang tua, terutama pengalaman masa lalu. Disebabkan hal itu maka setiap orang, terutama orang-orang muda tidak boleh memandang rendah kepada orang tua, sebab segala yang dialami oleh orang muda, sebenarnya sudah lebih dahulu dirasai oleh orang tua. Hanya saja waktu, situasi dan kondisinya berbeda.
Ungkapan ini menunjukkan seseorang yang bisa berbicara tentang sesuatu karena telah mempunyai pengalaman dalam hidupnya.
(Sumber: Ungkapan Tradisional Sebagai Sumber Informasi Kebudayaan Kalimantan Selatan. Drs. Syukrani Maswan, Drs. Abdurrachman Ismail, A. Rasyidi Umar, BA, Bachtiar Sanderta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1984)