Skip to content

Pustaka Banjar

Sumber Informasi Sejarah dan Budaya Banjar

Menu
  • Beranda
  • Sejarah
  • Budaya
  • Adat
  • Sastra
  • Seni
  • Opini
Menu

Kesetiaan Orang Bakumpai pada Perang Banjar (Penyerangan Pertama ke Benteng Tongka)

Posted on by

 

Di daerah Tabalong Tumenggung Anom berjuang membantu Pangeran Antasari. Musuh yang membantu Belanda di daerah Sihong yaitu Suta Ono di Telang. Pasukan Pangeran Antasari menjepit Tumenggung Suta Ono di Telang daerah Sihong dapat dibantu Belanda dengan mendatangkan kapal perang Bali dan Van Os dengan bala bantuan Belanda.

Pada waktu itu Pangeran Antasari membangun benteng Gunung Tongka. Selain dari bantuan rakyat dari Pasir dan Kutai. Benteng ini dipertahankan oleh Pangeran Antasari dan anak-anaknya, Tumenggung Surapati dan anaknya.

Dengan berdirinya benteng Tongka ini Belanda bergerak lebih jauh lagi ke utara, berangkat dari Tamiang Layang, Rinkan Katan terus ke utara lagi. Belanda merencanakan pula menggerakkan pasukan dari Kutai menuju ke selatan dengan memudiki Sungai Montalat adalah pasukan ketiga dan pasukan keempat berangkat dari benteng Muara Ayu.

Letnan Beeckman berangkat memudiki Sungai Montalat dengan 350 orang Bakumpai yang bersenjata. Kapal Van Os dan Boni bersama tentara yang dibawanya menutup Sungai Montalat dan Sungai Ayu. Kapten Stocker dengan infantri sebanyak 120 orang bersama Suta Ono yang membawa 224 orang Sihong dan Tumenggung Jaya dengan 176 pasukan orang Bakumpai.

Ternyata bala bantuan dari utara yaitu Kutai tidak datang. Yang disebabkan oleh orang-orang Bakumpai. Mereka ditahan orang-orang kampung Bawang ketika mereka melalui kampung itu. Orang kampung Bawang mengatakan bahwa mereka telah diperintahkan untuk mencegat setiap orang yang ingin lewat.

Orang Bakumpai ini pada umumnya bersahabat dengan orang-orang kampung Bawang bahkan ada yang berkeluarga di sana. Orang Bakumpai tidak mau mematuhi perintah Letnan Beeckman. Pasukan penyerbuan ini gagal karena bantuan yang diharapkan menambah jumlah pasukan dari Kutai tidak kunjung datang sehingga orang Bakumpai juga harus ditarik kembali.

Rencana Letnan Beeckman terhambat oleh orang Bakumpai meskipun mereka ikut dalam pasukan menyerang Benteng Tongka. Diakibatkan oleh tindakan orang Bakumpai ini maka ekspedisi pertama ke Gunung Tongka gagal.

Kegagalan serbuan pertama ke Gunung Tongka ini juga mengakibatkan Belanda kehilangan seorang perwira berpangkat kapten. Pasukan Schuak yang berangkat dari Tamiang Layang digempur di Wowong. Schuak tidak dapat meneruskan perjalanan tetapi turun di Sungai Ayu dengan rakit. Pasukan yang pulang berakit ini menderita kehabisan makanan, kedinginan terendam air, luka dan mati karena tembakan, Kapten Stocker yang memimpin pasukan infantri tewas.

 

(Sumber: Lukisan Perang Banjar 1859 – 1865. Drs. M. Idwar Saleh. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Kebudayaan. Proyek Pengembangan Permuseuman Kalimantan Selatan Tahun 1982/1983)

 

 

  • Facebook
  • Share on X
  • LinkedIn
  • WhatsApp
  • Email
  • Copy Link
Category: Sejarah

Navigasi pos

← Ambak-Ambak Bakut Sakali Maluncat Limpua Hampang
Toponimi Kuno di Daerah Aliran Sungai Nagara Kalimantan Selatan →

Categories

  • Adat
  • Budaya
  • Opini
  • Sastra
  • Sejarah

Pustaka Banjar adalah sebuah upaya untuk mengenalkan sejarah dan melestarikan budaya Banjar kepada generasi di masa yang akan datang. Situs ini dibuat bukan untuk kepentingan komersial.

© 2026 Pustaka Banjar | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme