Skip to content

Pustaka Banjar

Pusat Informasi Sejarah dan Budaya Banjar

Menu
  • Beranda
  • Sejarah
  • Budaya
  • Adat
  • Sastra
  • Seni
Menu

Sejarah Agama di Tanah Banjar

Posted on by

Bangsa Banjar adalah hasil perbauran yang unik dari sejarah sungai-sungai Bahau, Barito, Martapura, dan Tabanio. Di daerah ini suku bangsa Maanyan, Lawangan, Bukit, dan Ngaju dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu dan Jawa disatukan oleh takhta Budha, Siwa, dan yang paling akhir oleh Islam dari Kerajaan Banjar yang menumbuhkan bangsa Banjar yang berbahasa Banjar (di daerah hulu menggunakan dialek-dialek) dan berkebudayaan Banjar.

Bahasa Banjar dan agama Islam di bawah pengaruh kekuasaan dinasti-dinasti Kerajaan Banjar di Kayutangi, menyatukan darah dan suku bangsa ini menjadi satu kesatuan wilayah. Suku bangsa Dayak yang beragama Kaharingan atau Kristen tetap menyebut diri mereka orang Dayak, tetapi mereka yang memeluk agama Islam menyebut dirinya orang Banjar.

Pada zaman prasejarah, agama orang Bukit adalah agama Balian dan Kaharingan. Pada suku bangsa Dayak agama ini tetap bertahan sampai sekarang dan pengaruh unsur-unsur religinya masih terasa dalam kebudayaan Banjar.

Pada zaman Negara Dipa dan Negara Daha masuk unsur-unsur agama Budha dan Siwa. Yang masih ada sampai sekarang adalah sisa-sisa soubasement atau dasar bangunan Candi Agung dan Candi Laras. Untuk Candi Laras yang dibangun di atas punden tanah liat berundak tiga ini jelas terdapat peninggalan-peninggalan Siwaisme, seperti lingga nandi dan patung-patung yang sudah rusak dan tidak dapat diidentifikasikan lagi.

Ketika Belanda masuk, dengan cepat diusahakan gerakan zending (penyebaran agama Kristen) di daerah Barito, Pulau Petak, Tamiang Layang, dan Kuala Kapuas. Kebudayaan barat yang paling menentukan pengaruhnya dari Belanda adalah berupa pendidikan barat, ekonomi, hukum, dan sebagainya, di samping tentunya agama Kristen.

Sumber : Adat Istiadat Daerah Kalimantan Selatan. Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun 1977/1978.

  • Facebook
  • Share on X
  • LinkedIn
  • WhatsApp
  • Email
  • Copy Link
Category: Sejarah

Navigasi pos

← Sejarah Pembentukan dan Pertambahan Penduduk di Tanah Banjar
Sejarah Bahasa di Tanah Banjar →

Categories

  • Budaya
  • Sastra
  • Sejarah

Sebuah upaya untuk mengenalkan sejarah dan melestarikan budaya Banjar kepada generasi di masa yang akan datang.

© 2026 Pustaka Banjar | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme