Ditulis Oleh: Yusliani Noor * Dipresentasikan pada Seminar Nasional Kesejarahan, Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat ** Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pendahuluan Orang Banjar selalu menyebut zaman lampau dengan sebutan “zaman bahari”. Istilah zaman bahari untuk menyebut masa lampau yang sangat kuno atau jauh dari masa kini. Sering…
Kerajaan Nan Sarunai dalam Mitologi Maanyan
Di Gunung Batu Buli, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong telah ditemukan fosil manusia purba. Posisi temuan itu terletak tidak jauh dari pusat Kerajaan Nan Sarunai (Kerajaan Tanjung Puri) yang terletak di Kahuripan (nama purba kota Tanjung sekarang ini). Namun, manusia purba dimaksud bukanlah warga negara Kerajaan Nan Sarunai, karena Kerajaan Hindu ini sendiri baru berdiri…
Relasi Dayak Meratus – Banjar dalam Mitos Intingan Dayuhan
Di kalangan orang Dayak Meratus di pegunungan Meratus daerah Tapin terdapat keyakinan yang menyatakan bahwa orang Dayak Meratus dan orang Banjar Hulu sesungguhnya badangsanak (bersaudara) atau mempunyai ikatan darah; relasi genealogis. Adanya keyakinan itu dapat ditelusui dari adanya mitos Intingan dan Dayuhan yang berkembang di kalangan orang-orang Banua Halat dan orang Dayak Meratus di Harakit…
Sekilas Tentang Kerajaan Negara Dipa di Kalimantan Selatan: Sebuah Analisis antara Mitologi dan Realitas Sejarah
Ditulis oleh Rusdi Effendi rusdieffendi@ulm.ac.id * Disampaikan pada Seminar Nasional Kesejarahan, Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat ** Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pendahuluan Sebuah pemikiran mendasar yang perlu disadari oleh siapapun adalah kesulitan awal yang harus diterima apabila ingin mengetahui masa lampau tentang keberadaan Kerajaan Negara Dipa. Pertanyaan…
Peristiwa yang Mengiringi Berdirinya Kerajaan Banjar
Pada tahun 1525 Patih Masih dengan para Patih lain meminta Raden Samudera untuk menjadi raja, mereka menyerbu bandar Muara Bahan dan memindahkan bandar beserta seluruh pedagangnya dan penduduknya ke desa Banjarmasih. Desa berubah menjadi bandar sebagai pusat kerajaan sementara kekuasaan baru. Setelah terjadi pertempuran di Hujung Pulau Alalak yang berakhir dengan kekalahan, maka mulailah perang…
Sejarah Perubahan Bentuk Bumi pada Tanah Banjar
Dengan bergeraknya lapisan-lapisan bumi, bertimbun dan meningginya lapisan-lapisan lumpur yang dibawa arus sungai ke muara, pembentukan delta-delta di muara dan pulau-pulau dalam sungai, pendangkalan aliran-aliran sungai yang ada, berubah aliran atau matinya sungai tersebut, menaiknya garis pantai laut dan sebagainya, maka sejak zaman prasejarah situasi suatu geomorfologi wilayah selalu mengalami perubahan-perubahan yang tiada henti-hentinya. Apakah…
Sejarah Nama Banjarmasin
Apabila diteliti kembali Hikayat Banjar, maka jelas kata Banjar itu menunjukkan nama desa tertentu di sekitar Kuin Cerucuk sekarang. Desa Banjar ini disebut pula Banjarmasih karena tetuha desa itu bergelar Patih Masih. Banjarmasih adalah desa tempat orang Melayu berdiam, yang dalam bahasa Dayak Ngaju disebut Oloh Masih. Patih Masih adalah Patih Oloh Masih atau Patihnya…
Sejarah Nama Pulau Kalimantan
Setiap nama dipakai untuk menyebutkan nama benda, pulau, sungai, kota dan sebagainya pastilah mempunyai latar belakang sejarah. Namun, untuk menjajaki nama-nama tertentu dari benda-benda itu, ada yang mudah tetapi ada pula yang sulit bahkan hampir tidak bisa diteliti kembali. Para ahli ada yang mencoba dengan metode filologi, untuk menelusurinya kembali. Sulitnya, sekalipun kelihatannya logis, historis…
Sejarah Bahasa di Tanah Banjar
Seluruh daerah Kalimantan Selatan yang dihuni oleh suku bangsa Banjar, memiliki bahasa Banjar yang terdiri atas beberapa dialek. Dalam garis besarnya dapat dibagi atas 2 bagian besar, yaitu Bahasa Banjar Hulu dan Bahasa Banjar Kuala. Dalam lingkungan bahasa Banjar Hulu dan Kuala terdapat sub-sub dialek. Bahasa suku asli sesuai jenis etnisnya Maanyan, Lawangan, Bukit atau…
Sejarah Agama di Tanah Banjar
Bangsa Banjar adalah hasil perbauran yang unik dari sejarah sungai-sungai Bahau, Barito, Martapura, dan Tabanio. Di daerah ini suku bangsa Maanyan, Lawangan, Bukit, dan Ngaju dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu dan Jawa disatukan oleh takhta Budha, Siwa, dan yang paling akhir oleh Islam dari Kerajaan Banjar yang menumbuhkan bangsa Banjar yang berbahasa Banjar (di daerah hulu…
Sejarah Pembentukan dan Pertambahan Penduduk di Tanah Banjar
Tanah Banjar yang sekarang dikenal dengan Provinsi Kalimantan Selatan pada awalnya merupakan daerah terpadat penduduknya. Konsentrasi penduduk terdapat di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Hulu Sungai. Dari segi pertumbuhan penduduk tercepat ada di Kota Banjarmasin. Pada tahun 1919, Kota Banjarmasin berpenduduk sekitar 16.708 jiwa. Kemudian pada tahun 1941 kira-kira 70.000 jiwa, tetapi pada tahun 1973…

